Tampilkan postingan dengan label HUMOR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HUMOR. Tampilkan semua postingan

 PEROKOK AKTIF VS PEROKOK PASIF


Ali : Perokok
Indra : Bukan Perokok

Ali mengeluarkan sebungkus rokok dari kantung celananya bermaksud untuk menawarkan kepada orang sebelahnya

Ali : Mau rokok mas?
Indra : oh tidak,, terimakasih

Indra merasa tergugah, dan ingin memberi arahan kepada si Ali supaya tidak merokok, lantas mulailah si Indra mengawali pembicaraan


Indra : sehari habis berapa batang rokok mas?
Ali : Biasanya sih 2 bungkus
Indra : sebungkus harganya berapa mas?
Ali: 10.000
Indra : mas udah berapa tahun ngerokok?
Ali : kurang lebih 20 tahun

Indra : begini saya kasih gambaran, 1 bungkus harganya 10ribu, satu hari mas habis 2 bungkus, jadi 20.000. kalo satu bulan jadi 20.000 x 30 = 600.000. jadi kalo satu tahun berarti 600.000 x 12 = 7.200.000 , kalo anda udah 20 taun ngerokok berarti 7.200.000 x 20 = 144.000.000.. wahh seharusnya kalo mas gak merokok udah bisa beli mobil tuh!

Ali : saya juga kasih gambaran!
Indra : silahkan
Ali : mas perokok atau tidak?
Indra : tidak. itu haram bagi Organisasi saya!!
Ali : LAH? NAPE LO NAIK METROMINI? MOBIL LO MANA???
Indra : .........

 

 BULAN SURO

di Jawa bulan suro jarang adA orang tua nikahin anak,kepercayaannya nyi roro kidul mantu,pestanya sebulan,dan biasanya g mau disaingin,makanya bulan suro jarang ada nikahan,seorang warga nanya "kalo nyi roro kidul tiap tahun mantu,anaknya ad berapa banyak ya,dari dulu ampe skrng mantu terus" :

Humor Sufi: Menjemur Baju

Nasrudin sedang mengembara cukup jauh ketika ia sampai di sebuah kampung yang sangat kekurangan air.

Menyambut Nasrudin, beberapa penduduk mengeluh, “Sudah enam bulan tidak turun hujan di tempat ini, ya Mullah. Tanaman-tanaman mati. Air persediaan kami tinggan beberapa kantong lagi. Tolonglah kami. Berdoalah meminta hujan.”

Nasrudin mau menolong mereka. Tetapi ia minta
dulu seember air. Maka datanglah setiap kepala keluarga membawa air terakhir yang mereka miliki. Total terkumpul hanya setengah ember air.

Nasrudin melepas pakaiannya yang kotor, dan dengan air itu, Nasrudin mulai mencucinya. Penduduk kampung terkejut, “Mullah! Itu air terakhir kami, untuk minum anak-anak kami!”

Di tengah kegaduhan, dengan tenang Nasrudin mengangkat bajunya, dan menjemurnya. Pada saat itu, terdengar guntur dahsyat, yang disusul hujan lebat. Penduduk lupa akan marahnya, dan mereka berteriak gembira.

“Bajuku hanya satu ini,” kata Nasrudin di tengah hujan dan teriakan penduduk, “Bila aku menjemurnya, pasti hujan turun deras!”